coecoesm

BERPIKIR INDUKTIF

Posted on: Maret 22, 2014

PENDAHULUAN

Proses berpikir induktif adalah kebalikan dari berpikir deduktif, yakni pengambilan kesimpulan dimulai dari pernyataan atau fakta-fakta khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum. Proses berpikir induktif tidak dimulai dari teori yang bersifat umum tetapi dari fakta atau data khusus berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris. Data dan fakta hasil pengamatan empiris disusun, diolah, dikaji, untuk kemudian ditarik maknanya dalam bentuk pernyataan atau kesimpulan yang bersifat umum.

 

Hipotesis & Teori

Pengertian Hipotesis

  • Sutrisno Hadi, Menjelaskan bahwa Hipo berasal dari bahasa Yunani yang berarti di bawah, kurang, lemah. Thesa dalam bahasa Yunani mempunyai arti teori, proporsi yang diajukan sebagai bukti. Jadi hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya. (Sutrisno Hasi, 1976, Hal. 24).
  • Winarno Surachmad, mengemukakan secara Etimologi, Hipotesis adalah sesuatu yang masih kurang dari Hypo, sebuah kesimpulan adalah pendapat (thesa). Dengan kata lain bahwa, hipotesa adalah sebuah kesimpulan pendapat tetapi itu belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya. “Hipotesa adalah suatu jawaban dugaan, anggapan besar kemungkinan untuk menjadi jawaban benar. (Winarno Surachmad 1983, hal 38)
  • Sedangkan menurut Moh. Nasir, Ph.D mengatakan bahwa, “Hipotesa tidak lain dari jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris”.

 

Jenis – jenis Hipotesis

  • Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang mengandung pernyataan mengenai hubungan / pengaruh Antara dua variable atau lebih, atau pernyataan mengenai perbedaan suatu objek dengan objek lainnya, sesuai dengan apa yang dikatakan teori.

  • Hipotesis Statistik

Hipotesis yang disajikan dengan memakai symbol – symbol matematika.

Hipotesis Nol (H0) : menyatakan tidak adanya hubungan, tidak adanya pengaruh, atau tidak adanya perbedaan.

Hipotesis Alternati (Ha atau H1) : menyatakan adanya hubungan, ataau adanya pengaruh, atau adanya perbedaaan.

Fungsi Hipotesis

  • Membuka kemungkinan untuk menguji kebenaran
  • Memberi ide untuk mengembangkan suatu teori
  • Memperluas pengetahuan mengenai gejala-gejala yang dipelajari

Jenis Hipotesis

Hipotesis Berdasarkan Tingkatan Abtraksinya

  • Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan dalam dunia empiris
  • Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal
  • Hipotesis yang mencari hubungan Antara sejumlah variable

Hipotesis Berdasarkan Bentuknya

  • Hipotesis kerja ( hipotesis yang akan diteliti )
  • Hipotesis nol ( peneliti menyangsikan kebenaran yang belum terbukti )
  • Hipotesis statistic (menyatakan hasil observasi tentang populasi dalam bentuk kuantitatif).

 

Pengertian Teori

Teori adalah suatu set dari hubungan Antara konstruk, konsep, definisi/batasan, dan preposisi yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan merinci hubungan-hubungan antar variable, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena tersebut.

Secara sederhana, teori adalah suatu pemikiran, penelaahan, bisa juga penelitian, yang telah diakui kebenarannya secara ilmiah.

Fungsi Teori

  1. Menjelaskan hakikat dan makna dari sesuatu yang telah diteliti
  2. Menjelaskan hubungan sesuatu yang diteliti dengan hal lainnya
  3. Landasan untuk menyusun hpotesis pnelitian
  4. Dasar untuk menyusun instrument penelitian
  5. Acuan untuk membahas hasil penelitian

Sumber Teori

  1. Buku Teks
  2. Jurnal
  3. Proseding ( Kumpulan makalah seminar ilmiah )
  4. Dll.

 

Generalisasi

Pola pengembangan sebuah paragraf yang dibentuk melalui penarikan sebuah gagasan atau simpulan umum berdasarkan perihal atau kejadian.

Macam – macam generalisasi yaitu :

  • Generalisasi Sempurna

Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.

  • Generalisasi Tidak Sempurna

Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

 

Analogi

Analogi merupakan perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi masih memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan

 

Hubungan Kausal

Hubungan kausal atau disebut juga Hubungan sebab akibat adalah paragraf yang bermula betolak dari sebab atau akibat lalu maju menuju sebab atau akibat. Pada inti nya adanya kesatuan atau hubungan erat antara awal pargraf dan akhir paragraf berupa hubungan kausalitas. Biasanya hubungan kausalitas sendiri membentuk 3 pola.

Macam-Macam Paragraf Sebab Akibat atau Hubungan Kausalitas

  1. a.      Sebab ke Akibat

Hubungan Sebab ke Akibat mula mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju kepada kesimpulan yang merupakan efek atau akibat.

Bentuk pola yang lain yang berbentuk Sebab ke Akibat adalah paragraf yang diawali oleh 1 sebab tapi dikuti oleh beberapa akibat yang penyebabnya diawal paragraf.

Bentuk pola sebab akibat juga bisa membentuk pola lain yaitu Pola Sebab Akibat Berantai.

Pola Akibat Berantai adalah paragraf yang diawali oleh SEBAB1 lalu diikuti AKIBAT1  lalu diikuti oleh AKIBAT2 dst. Tapi pada pola sebab akibat berantai AKIBAT1 merupakan penyebab dari AKIBAT2.

  1. b.     Akibat ke Sebab

Hubungan Kausalitas Paragraf Akibat Sebab mula mula bertolak dari Akibat yang diketahui lalu bergerak maju menuju sebab sebab yang mungkin menyebabkan akibat itu terjadi.

  1. c.      Akibat ke Akibat

Hubungan Kausalitas yang terakhir adalah hubungan Akibat ke Akibat adalah proses penalaran yang bertolak dari suatu akibat menuju akibat yang lain tanpa menyinggung sebab umum yang menyebabkan kedua akibat itu terjadi.

 

Induksi dalam Metode Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Paragraf eksposisi dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Langkah menyusun eksposisi :

  • Menentukan topic atau tema
  • Menetapkan tujuan
  • Mengumpulkan data dari berbagai sumber
  • Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topic yang dipilih
  • Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi

 

LATIHAN SOAL

  1. Pernyataan yang belum tentu kebenarannya merupakan pengertian dari
    1. Hipotesis
    2. Analogi
    3. Silogisme
    4. Teori

Jawab : a (Hipotesis)

  1. Hubungan kausal sama saja dengan :
    1. Hubungan sebab-akibat
    2. Hubungan deskriptif
    3. Analogy
    4. Hipotesis

Jawab : a (hubungan sebab-akibat)

  1. Suatu pemikiran, penelaahan, bisa juga penelitian, yang telah diakui kebenarannya secara ilmiah. Adalah pengertian dari :
    1. Hubungan kausal
    2. Analogi
    3. Hipotesis
    4. Teori

Jawab : d (teori)

  1. Hipotesis yang mengandung pernyataan mengenai hubungan / pengaruh Antara dua variable atau lebih, atau pernyataan mengenai perbedaan suatu objek dengan objek lainnya, sesuai dengan apa yang dikatakan teori. Pengertian dari :
    1. Hipotesis penelitian
    2. Hipotesis statistic
    3. Hipotesis nol
    4. Hipotesis alternative

Jawab : a (Hipotesis penelitian)

  1. Hipotesis nol adalah :
    1. Menyatakan tidak adanya hubungan, tidak adanya pengaruh, atau tidak adanya perbedaan.
    2. Menyatakan adanya hubungan, adanya pengruh, dan adanya perbedaan.
    3. Sebuah teori yang jelas kebenarannya
    4. Sebuah teori yang salah kebenaraannya

Jawab : a (Menyatakan tidak adanya hubungan, tidak adanya pengaruh, atau tidak adanya perbedaan )

 

SUMBER

http://www.krumpuls.com/2013/10/definisi-pengertian-hipotesis-menurut.html

http://mediaku.me/paragraf-sebab-akibat-pengertian-dan-contoh/

http://s3.amazonaws.com/ppt-download/3generalisasianalogisebabakibat-110617183808-phpapp02.pptx?response-content-disposition=attachment&Signature=qGYdv0RedqOuuQ%2B1LK8Vg71CHj8%3D&Expires=1395286028&AWSAccessKeyId=AKIAIW74DRRRQSO4NIKA

http://azuarjuliandi.com/usu/3teoridanhipotesis.pdf

http://fp.ustjogja.ac.id/materi/1319266879hipotesis,%204.ppt

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/383/jbptunikompp-gdl-liawarlina-19124-9-metodep-9.pdf

http://gz316pdg.blogspot.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2014
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS BERITA GUNADARMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: