coecoesm

KARANGAN ILMIAH

Posted on: Maret 17, 2014

PENDAHULUAN

Sebagai mahasiswa tentunya kita dituntut untuk bisa menulis. Bahkan bukan itu saja namun kita juga dituntut agar bisa menulis dengan baik dan benar melalui sebuah penelitian yang kita lakukan yang kemudian kita paparkan. Hal ini dilakukan agar ilmu yang kita sampaikan tidak menjadi pengetahuan yang sesat, untuk itu kita dituntut agar bisa membuat karangan ilmiah yang sesuai fakta dengan baik dan benar yang nantinya sampai pada pembaca dengan pemikiran atau penarikan kesimpulan yang sama.

  • Ø Pengertian Karangan

Karangan merupakan suatu bentuk pikiran atau ungkapan perasaan yang dituangkan menjadi sebuah tulisan dengan kesatuan tema yang utuh. Dengan kata lain karangan merupakan bentuk ekspresi seseorang di dalam sebuah tulisan.

  • Ø Jenis dan Karakteristik Karangan
    • Narasi

Karangan atau cerita yang menyajikan rangkaian peristiwa secara berurutan. Peristiwa boleh benar-benar terjadi, tetapi boleh juga hanya imajinasi / fiksi.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi

  • Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
  • Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
  • Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
  • Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

  • Deskripsi

Karangan yang melukiskan suatu tempat, situasi, orang, atau barang / benda sehingga pembaca dapat merasakan arti atau maksud dari karangan atau tulisan tersebut.

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi

  • Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
  • Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
  • Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
  • Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

  • Eksposisi

Karangan yang berusaha menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembacanya dengan disertai contoh, gambar, grafik, ilustrasi, dll. Umumnya berbentuk prosa. Langkah-langkahnya adalah:

  • Menentukan tema,
  • Menentukan tujuannya,
  • Memilih materi,
  • Memilah materi yang ingin diambil,
  • Membuat kerangka karangan, dan
  • Mengembangkan kerangka karangan.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi

  • Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  • Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
  • Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
  • Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
  • Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

  • ARGUMENTASI

Karangan yang berusaha memberikan alasan dengan bukti yang kuat. Argumentasi ada yang panjang, yang pendek, bahkan dapat terdiri atas beberapa kalimat atau hanya satu kalimat saja.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi

  • Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenarangagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
  • Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
  • Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
  • Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
  • Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

  • PERSUASI

Karangan yang berisi ajakan kepada pembaca dengan menyampaikan alasan, contoh, dan bukti meyakinkan sehingga pembaca membenarkan dan bersedia melaksanakan ajakan tersebut. Pada umumnya karangan ini berbentuk prosa.

  • Ø Pengertian Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah adalah salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

  • penulisannya berdasarkan hasil penelitian
  • pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta
  • karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannya;
  • baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu;
  • bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat;
  • bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.

Karangan ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu :

  1. Mengenali dan merumuskan masalah
  2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis
  3. Merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara
  4. Menguji hipotesis
  5. Menarik kesimpulan.

  • Ø Manfaat Penyusunan Karangan Ilmiah
    • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif
    • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber
    • Mengenal dengan kegiatan kepustakaan
    • Meningkatkan pengorganisasian fakta / data secara jelas dan sistematis
    • Memperoleh kepuasan intelektual
    • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

  • Ø Jenis Karangan Ilmiah
    • Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
    • Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
    • Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.
    • Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
    • Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

  • Ø Ciri – ciri Karangan Ilmiah
    • Objektif.
      Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
    • Netral.
      Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
    • Sistematis.
      Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
    • Logis.
      Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
    • Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan).

Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

  • Tidak Pleonastis

Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).

  • Bahasa yang digunakan adalah ragam formal. 

 

  • Ø Pengertian Karangan Non Ilmiah

Karangan yang ditujukan kepada masyarakat umum yang isinya tentang pengetahuan, cerita, rekaan, atau apa saja dengan teknik penyajian yang sderhana mengenai hal-hal tentang kehidupan sehari-hari.

  • Ø Ciri – ciri Karangan Non Ilmiah
    • Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
    • Fakta yang disimpulkan subyektif,
    • Gaya bahasa konotatif dan populer,
    • Tidak memuat hipotesis,
    • Penyajian dibarengi dengan sejarah,
    • Bersifat imajinatif,
    • Situasi didramatisir,
    • Bersifat persuasif.
    • Tanpa dukungan bukti

  • Ø Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu :
    • Dongeng
    • Cerpen
    • Novel
    • Drama
    • Roman.

  • Ø Pengertian Karangan Ilmiah Populer

Karangan ilmiah popular adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar.

  • Ø Ciri – ciri Karangan Populer
    • Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
    • Fakta yang disimpulkan subyektif,
    • Gaya bahasa formal dan popular,
    • Mementingkan diri penulis,
    • Melebihkan-lebihkan sesuatu,
    • Usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
    • Bersifat persuasif.

LATIHAN SOAL

1. Makalah merupakan jenis karangan :

a. Karangan ilmiah popular

b. Karangan ilmiah

c. Karangan non ilmiah

d. Karangan semi ilmiah

Jawab : b (karangan ilmiah)

2. Karangan atau cerita yang menyajikan rangkaian peristiwa secara berurutan, merupakan pengertian dari :

a. Narasi

b. Deskripsi

c. Tesis

d. Kertas kerja

Jawab : a (Narasi)

3. Yang merupakan jenis karangan ilmiah popular, kecuali :

a. Artikel

b. Editorial

c. Opini

d. Dongeng

Jawab : d (opini)

4. Dongeng, cerpen, novel, roman,drama merupakan jenis dari karangan :

a. Karangan ilmiah

b. Karangan non ilmiah

c. Karangan popular

d. Tesis

Jawab : b (karangan non ilmiah)

5. Suatu bentuk pikiran atau ungkapan perasaan yang dituangkan menjadi sebuah tulisan dengan kesatuan tema yang utuh. Merupakan pengertian dari :

a. Karangan

b. Karangan ilmiah

c. Karangan non ilmiah

d. Karangan ilmiah populer

Jawab : a (karangan)

SUMBER    :

http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm

http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2013/12/materi-diklat-2-karya-ilmiah.ppt

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/196808231994032-SITI_FATIMAH/19_KTI-PLPG.pdf

http://pasca.undiksha.ac.id/warungmedia/media/document/88.ppt

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/macam-macam-bentuk-karangan/

http://www.pustakakendee.net/2012/04/karangan-merupakan-karya-tulis-hasil.html

http://yosisusantismkn7.wordpress.com/2011/05/27/jenis-jenis-karangan-berdasarkan-pengertian-dan-ciri-ciri-karangan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2014
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS BERITA GUNADARMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: