coecoesm

DEMOKRASI

Posted on: Maret 22, 2013

DEMOKRASI

            Dalam ilmu politik dikenal dua pemahaman tentang demokrasi, yaitu secara normative dan secara empiric.

Dalam pemahan normative, demokrasi merupakan sesuatu yang secara idiil hendak dilakukan atau diselenggarakan oleh sebuah Negara, seperti misalnya kita mengenal ungkapan “pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”.

“ kedaulatan adalah ditangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat.” (pasal 1 ayat 2)

“ kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dsb, ditetapkan dengan UU.” (pasal 28)

“ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.” (pasal 29 ayat 2)

Pasal-pasal di atas merupakan definisi normative dari demokrasi.

 

DEMOKRASI DI INDONESIA

1.     Demokrasi Pemerintahan Masa Revolusi Kemerdekaan

Para penyelenggara Negara revolusi kemerdekaan mempunyai komitmen yang sangat besar dalam mewujudkan demokrasi politik di Indonesia. Hal ini terjadi karena latar belakang pendidikan mereka. Mereka percaya bahwa demokrasi bukan merupakan suatu yang hanya terbatas pada komitmen, tetapi merupakan sesuatu yang perlu diwujudkan.

  • Hal fundamental adanya demokrasi ini adalah sbb :

a)     Poltical franchise yang menyeluruh. Para pembentuk Negara sudah sejak semula mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap demokrasi, sehingga begitu kita menyatakan kemerdekaan dari pemerintahan colonial belanda, semua warga Negara Indonesia yang sudah dianggap dewasa memiliki hak-hak politik yang sama, tanpa ada diskriminasi yang bersumber dari ras, agama, suku dan kedaerahan.

b)     Presiden secara konstitusional ada kemungkinan untuk menjadi seorang dictator, dibatasi kekuasaannya ketika komite nasional Indonesia pusat (KNIP) dibentuk untuk menggantikan parlemen.

c)      Dengan maklumat wapres, maka dimungkinkan dibentuknya sejumlah partai politik yang kemudian menjadi peletak dasar bagi system kepartaian di Indonesia untuk masa-masa selanjutnya dalam sejarah kehidupan politik kita.

Implementasi demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan baru terbatas pada interaksi politik di parlementer dan berfungsinya pers yang mendukung revolusi kemerdekaan.

Elemen – elemen demokrasi lain belum sepenuhnya terwujud, karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan. Sebab pemerintah harus memusatkan seluruh energinya untuk bersama-sama dengan rakyat mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara, agar Negara kesatuan tetap terwujud.

2.     Demokrasi Parlementer (1950-1959)

Masa demokrasi parlementer merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hamper semua elemen demokrasi dapat kita temukan dalam perwujudannya dalam kehidupan politik di Indonesia, yaitu :

a)     Lembaga perwakilan rakyat / parlementer memainkan peranan yang sangat tinggi dalam proses politik yang berjalan. Perwujudan kekuasaan parlemen ini diperlihatkan dengan adanya sejumlah mosi tidak percaya kepada pihak pemerintah yang mengakibatkan cabinet harus meletakan jabatannya.

b)     Akuntabilasi pemegang jabatan dan politisi pada umumnya sangat tinggi. Hal ini dapat terjadi karena berfngsinya parlementer dan juga sejumlah media masa sebagai alat control social. Sejumlah kasus jatuhnya cabinet dalam periode ini merupakan contoh konkret dari tingginya akuntabilasi tersebut.

c)      Kehidupan kepartaian berkembang secara maksimal. Di periode ini Indonesia menganut system multi partai, Indonesia hamper memiliki 40 partai yang terbentuk.

d)     Sekalipun pemilihan umum hanya dilakukan satu kali yaitu tahun 1955, tetapi pemilihan tersebut dilaksanakan benar-benar dengan prinsip demokrasi. UU pemilihan umum tahun 1953 merupakan landasan berpijak yang sangat demokratik dan tidak memberikan peluang pada panitia pemilihan Indonesia untuk melakukan pengaturan lebih lanjut.

e)     Masyarakat pada umumnya merasakan bahwa hak-hak dasar mereka tidak dikurangi sama sekali, sekalipun tidak semua warga Negara dapat memanfaatkannya secara maksimal.

f)       Dalam masa pemerintahan parlementer daerah-daerah menperoleh otonomi yang cukup bahkan otonomi yang seluas-luasnya dan asas desentralisasi sebagai landasan untuk berpijak dalam mengatur hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

3.     Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Politik pada masa demokrasi diwarnai oleh tarik-ulur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama, yaitu : ir. Soekarno, partai komunis Indonesia (PKI) dan angkatan darat.

  • Latar belakang dicetuskannya sistem demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno :
  1. Dari segi keamanan nasional : Banyaknya gerakan separatis pada masademokrasi liberal, menyebabkan ketidakstabilan negara.
  2. Dari segi perekonomian : Sering terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan program-program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh, sehingga pembangunan ekonomi tersendat.
  3. Dari segi politik : Konstituante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantikan UUDS 1950.

Masa Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno diawali oleh anjuran Soekarno agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 adalah UUD 1945. Namun usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota kontituante. Sebagai tindak lanjut usulannya, diadakan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota konstituante . Pemungutan suara ini dilakukan dalam rangka mengatasi konflik yang timbul dari pro kontra akan usulan Presiden Soekarno tersebut.

  • Hasil pemungutan suara menunjukan bahwa :
    • 269 orang setuju untuk kembali ke UUD 1945
    • 119 orang tidak setuju untuk kembali ke UUD 1945

Melihat dari hasil voting, usulan untuk kembali ke UUD 1945 tidak dapat direalisasikan. Hal ini disebabkan oleh jumlah anggota konstituante yang menyetujui usulan tersebut tidak mencapai 2/3 bagian, seperti yang telah ditetapkan pada pasal 137 UUDS 1950.

Bertolak dari hal tersebut, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :

  1. Tidak berlaku kembali UUDS 1950
  2. Berlakunya kembali UUD 1945
  3. Dibubarkannya konstituante
  4. pembentukan MPRS & DPAS

4.     Demokrasi ORBA

Awal kebangkitan orde baru, bercita-cita untuk menjalankan Pancasila dan UUD 1945  secara murni dan konsekuen. Atas dukungan mahasiswa, TNI, dan rakyat ketika itu, orba baru menampilkan sistem politik baru dengan nama ”demokrasi konstitusional” atau demokrasi Pancasila.

  • Peristiwa-peristiwa pada masa periode demokrasi terpimpin :

a)     Sampai dengan tahun 1970-an, masih dalam koridor.

b)     Era 1980 & 1990-an proses pembangunan ekonomi menjadi panglima, shg timbul Kesenjangan & banyak praktik KKN.

c)      Akhir 1997, muncul perlawanan rakyat melalui gerakan reformasi. Tgl. 21 Mei 1998 berhasil menurunkan Presiden Soeharto.

 5.     DEMOKRASI REFORMASI (1998 s/d sekarang)

Reformasi lahir setelah Presiden Soeharto mengun-durkan diri sejak 21 Mei 1998 dan digantikan oleh wakil presiden Dr. Ir. Bj. Habibie.

Berhentinya Soeharto sebagai presiden, karena tidak adanya lagi kepercayaan dari masyarakat serta menghadapi krisis moneter dan ekonomi yang berkepanjangan.

  • Agenda utama dalam demokrasi reformasi :

a)     Pemberantasan terhadap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),

b)     Kebebesan dalam menyampaikan pendapat (unjuk rasa),

c)      Penegakkan hukum dan

d)     Jaminan terhadap pelaksanaan hak-hak asasi manusia.

 

REFERENSI   :

Graffar, Afan. 1999. “ POLITIK INDONESIA ‘TRANSMISI MENUJU DEMOKRASI‘

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia_%281959-1966%29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2013
S S R K J S M
« Nov   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS BERITA GUNADARMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: