coecoesm

Manusia dan Pandangan Hidup

Posted on: November 22, 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

 

1.     Pandangan Hidup dan Ideology

Ideology menurut William (1959) mengandung dua hal, yaitu :

·         Unsur-unsur  filsafat yang digunakan, atau unsure yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan,

·         Pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma.

Munandar Sulaiman (1987: 76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang menyatakan bahwa ideology merupakan komponen dasar terakhir dari system-sistem sosiobudaya. Bagai masyarakat, ideology tersusun dari 3 unsur, yaitu :

1)      Pandangan hidup

2)      Nilai-nilai

3)      Norma-norma

Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup member I semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula. Dengan demikian ideology lebih luas dibandingkan dengan pandangan hidup. Ideology tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti ideology Negara, masyarakat atau kelompok tertentu.

2.     Makna Cita-cita

Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Semua itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia

Ada tiga kategori keadaan hati seseorang, yaitu :

·         Berhati keras

Tidak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan, segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati keras biasanya mencapai hasil gemilang dan sukses hidupnya.

·         Berhati lunak

Dia berusaha mencapai cita-citanya dengan cara menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap mencapai cita-cita itu. Karena biarpun lambat ia akan berhasil juga capai citanya.

·         Berhati lemah

Mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan, berganti keinginan.

Cita-cita, keinginan, harapan banyak menimbulkan karya kreatifitas seniman. Banyak hasil seni seperti drama, novel, film, music, tari, filsafat, yang lahir dari kandungan cita-cita, keinginan, harapan dan tujuan.

 

3.     Makna Kebajikan

Kebajikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.

Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral, atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.

Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsure itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri,dsb. Justru karena itu, karena mementingkan sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan. Manusia merupakan makhluk social : manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesame anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan,dsb.

Manusia sebagai makhluk Tuhan,diciptakan oleh tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia dilengkapi kemampuan jasmani dan rohani, juga fasilitas alam sekitar seperti tanah, air, tubuh-tumbuhan, dsb.

Untuk melihat apa itu kebajikan , kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan. Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik-buruk. Yang menentukan baik-buruk itu suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara itu merupakan hakimterhadap diri sendiri, suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak maumendengarkan.

Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkahlaku baik, ramah, berpakaian sopan agar tidak terangsang yang melihatnya.

4.     Makna Sikap Hidup

Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa fositif, bisa negative, bisa apatis atau optimis atau pesimis,bergantung kepada pribadi orang itu dan juga lingkungannya.

Setiap manusia mempunyai kadar sikap. Kadar sikap yang dimilki manusia satu sama lain tidak sama. Sikap orang dapat berubah sekonyong-konyong karena situasi dan kondisi lingkungan.

Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan non etis. Sikap etis itu adalah sikap positif. Sedangkan sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis yaitu : lincah, tenang, halus, berani, arif, rendah hati dan bangga.

Sikap non etis atau sikap negative ialah : kuku, gugup, kasar, takut, angkuh, dan rendah hati. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun kemajuan bangsa. Selain itu ada sikap dalam menghadapi keluarga, menghadapi saudara yang tua atau muda, menghadapi orang yang ada di rumah kita.

Dalam rangka menciptakan keadilan social bagi bangsa Indonesia, yang pada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap positif bagi bangsa Indonesia. Sikap-sikap itu antara lain : bekerja keras, gotong royong, hak dan kewajiban, suka menolong, dan sikap mkenghargai pendapat orang lain.

 

5.     Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup berupa suatu penggaris yang mungkin dapat dikatakan dengan kata-kata sebagai rumusan atau formula, tetapi juga tak dapat dinyatakan dengan rumusan, penyebabnya :

a.      Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaannya

b.      Dia sendiri menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat / bertindak yang melangggar prinsip” yang dikatakan.

c.       Dan kwatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak-anak atau orang yang dibimbing.

Pandangan hidup adalah juga falsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasarkan :

a.      Beragama, beriman

b.      Tidak beragama tapi mengikuti garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada.

c.       Matrealistik dan sekuler

Pandangan hidup untuk orang Indonesia artinya : “ bagi seluruh warganya adalah ; falsafah Negara yaitu pancasila, meskipun mungkin secara perorangan dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnnya menyimpang dari sila pertama : ketuhanan yang maha Esa, sila kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab tetapi ia masih dianggap warga Negara yang berpancasilais.

 

Sumber :

Prasetya, Joko Tri, Dkk. 2009. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Rineka Cipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: