coecoesm

Pengaruh Barat dan Kebudayaan Nasional

Posted on: November 13, 2011

Pengaruh Barat dan Kebudayaan Nasional

                Kebudayaan barat yang disebut kebudayaan modern itu bermula pada jaman Renaisance. Ketika Vasko da Gama sebagai wakil kebudayaan barat berhasil mengelilingi Afrika dan mendarat di Kalikut, maka terbentanglah bagi seluruh Asia suatu sejarah baru. Sejak itulah bangsa Eropa yang sudah modern itu berbondong-bondong datang ke Asia dan secara perlahan-lahan membenamkan cengkraman kuku penjajahnya yang membuat sengsara bangsa-bangsa di benua ini, termasuk Indonesia. Bangsa-bangsa Portugis, Inggris dan Belanda saling berdatangan ke nusantara kita. Kedatangan mereka yang semula berlatar belakang perdagangan itu kemudian berubah menjdi penjajahan.

Bangsa Belanda dalam hal ini paling berperan, karena kurang lebih 300 tahun lamanya berhasil menancapkan kuku-kuku penjajahannya ke Indonesia. Kira-kira pada abad ke-19 sejumlah pemuda indsituasi mulai berubah ketika pemerintah Hindia-Belanda dengan sedikit demi sedikit member kesempatan kepada para pemuda Indonesia untuk bersekolah yaitu suatu cara belajar system Barat yang belum pernah dikenal sebelumnya. Kira-kira pada pertengahan abad 20 sejumlah pemuda Indonesia sudah berhasil menghirup ilmu modern Barat itu melalui system pendidikan Belanda, dari berbagai jurusan ilmu ( misalnya kedokteran, teknik, ekonomi, hukum, dan sebagainya ). Mereka inilah yang bagaikan senjata makan tuan kemudian membuka mata bangsa Indonesia akan haknya sebagai manusia yang bebas, sehingga bangkit melawan penjajah dan akhirnya merdeka.

Pertemuan dengan bangsa-bangsa Eropa telah memperkenalkan kepada kita unsure-unsur budaya sbb : ilmu pengetahuan / teknologi, system social, system ekonomi, peralatan, bahasa Eropa, kesenian ( sastra, tari, music, bangunan ) dan agama Kristen.

Disamping itu mereka juga memperkenalkan huruf dan tulisan latin yang merupakan unsure penting bagi terbuka lebarnya komunikasi budaya internasional. Memang tidak bias dipungkiri lagi bahwa kebudayaan barat besar sekali sumbangnya di bidang ilmu pengetahuan/teknologi, system ekonomi, dan system demokrasi bagi masyarakat indonesia.  Pengaruh kebudayaan barat sangat nya dengan adanya proses modernisasi kehidupan masyarakat kita.

System pengetahuan dan teknologi serta ekonomi barat telah mampu memecahkan berbagai problema social masyarakat di Eropa. Demikian hal yang sama juga pasti bias kita terapkan pada masyarakat kita. Masyarakat Indonesia yang sudah ditakdirkan hidup di tengah alam yang berkelimpahan ini, agaknya telah terbuai oleh karunia tersebut.

Masyarakat yang sudah dimanja oleh alam, akan lemah dalam juangnya, bila suatu saat mengalami situasi yang sukar dan gawat, karena tidak terlatih untuk menghadapi tantangan. Dalam kenyataan dewasa ini jelas alam kita tidak lagi begitu bermurah dan bermanfaat kepada masyarakat Indonesia, berbeda situasinya dengan dahulu kala. Kepadatan penduduk dan tidak baiknya proses exploitasi alam menyebabkan ketimpangan-ketimpangan. Menghadapi kenyataan ini, kita harus berani melepaskan diri dari buaian yang menjerumuskan itu, dan bangkit mempersiapkan diri untuk menaklukan alam, demi mempertahankan hidup. Cara satu-satunya adalah menguasai teknologi modern itu. Metode traditional sudah harus ditinggalkan karena tidak relevandan tidak lagi mampu memecahkan masalah kehidupan social ekonomi yang semakin menekan ini.

System demokrasi barat telah mempercepat bangsa kita untuk menggalang solidaritas masyarakat, terutama sudah lepas dari penjajahan, untuk menyusun system social dan organisasi pemerintah yang sesuai dengan tuntutan jaman.

Penguasaan bahasa Eropa oleh bangsa kita, memperluas hubungan kita dengan dunia Internasional dan sekaligus membuka lebar kesempatan untuk ambil alih ilmu dan teknologi modern itu. Jadi unsure yang menonjol dari kebudayaan barat itu adalah system ilmu pengetahuan/teknologi dan system ekonominya.

Kebudayaan Nasional Indonesia

Dua pendapat budayawan tentang kebudayaan nasional, yaitu :

  1. Kebudayaan nasional adalah berupa puncak dari budaya suku-suku yang menghuni bumi nusantara ini.
  2. Kebudayaan nasional adalah hasil sintesa dari berbagai jenis budaya suku tersebut, yang membentuk pola baru.

Berdasarkan pengertian / definisi kebudayaan, bahwa kebudayaan ialah system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia, maka kita bisa mencari unsure-unsur budaya mana yang mengandung kesamaan itu dan bisa diterima secara umum.

Beberapa diantaranya ialah :

1.       Pancasila

Pancasila adalah falsafah Negara Republik Indonesia yang sudh diterima oleh seluruh rakyat dan menjadi pedoman bertindak yang mantap bagi bangsa Indonesia.

2.       Undang-undang Dasar 1945 ( UUD’45 )

Sifat UUD’45 adalah mengikat semua pihak agar tidak bisa berbuat semaunya sendiri, semau pemerintah, lembaga-lembaga Negara Indonesia.

3.       Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Para pemuda Indonesia pada hari tersebut telah bertindak mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda, yakni : mengaku satu nusa, satu bangsa, satu bahasa : Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk mempersatukan pemuda-pemuda Indonesia yang terdiri berbagai suku dan tersebar di berbagai pulang nusantara.

4.       Bendera Merah-Putih, Lagu Indonesia Raya dan Lambang Garuda

Baik bendera sang Dwi Warna, Lagu Nasional Indonesia Raya maupun Lambang Garuda Pancasila adalah hasil karya agung bangsa Indonesia sendiri. Ketiga hasil budaya ini telah ikut dimantapkan kehadirannya di bumi nusantara pada konggres pemuda tersebut di atas. Kedudukannya semakin diperkokoh melalui konggres tersebut sehingga menjadi samapi sekarang tetap menjadi kebanggaan seluruh bngsa.

5.       Bahasa Indonesia

Inipun merupakan produk bangsa Indonesia yang mampu menghimpun Indonesia berasal dari induk bahasa melayu / Austronesia ini akar-akarnya memang telah menyebar di seluruh pulau-pulau nusantara ini. Meskipun masing-msing suku telah mempunyai bahasa sendiri, namun mereka dengan mudah bisa menerima bahasa melayu sebagai bahasa nasinal karena banyak akar katanya sudah sama dengan istilah-istilah di daerah masing-masing.

6.       Kepercayaan pada roh nenek moyang

Memang di semua suka Indonesia dari masa purba hingga sekarang, pemujaan roh nenek moyang tetap berlangsung walaupun sudah mengalami gempuran pengaruh Hindu-Islam dan Barat.

7.       Sikap ramah dan gotong royong

Ini merupakan sikap khas bangsa Indonesia yang terkenal di dunia internasional. Sebagian besar suku-suku di Indonesia bersikap ramah dengan ekspresi senyum, ingin menolong dan menyenangkan orang lain. Sikap ini berkaitan erat dengan sikap gotong royong yang merupakan cirri masyarakat tradisional.

8.       Modernisasi dan pembangunan

Ini merupakan ide dan tindakan pemerintah serta rakyat Indonesia sebagai jawaban atas keterbelakangan yang melanda masyarakat. Ide dan tindakan ini keluar dari dorongan kenyataan bahwa sumber-sumber alam semakin menipis, sedangkan tuntutan masyarakat makin membengkak. Karena itu bangsa Indonesia harus bisa menguasai alam dan berani merombak apa yang menjadi sebab keterbelakangan di bidang lain, misalnyan pendidikan, ekonomi, keamanan, pertanian, perhubungan dan telekomunikasi.

 

Sumber :

Prasetya, Joko Tri Dkk.2009.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Rineka Cipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: