coecoesm

Manusia dan Penderitaan

Posted on: November 7, 2011

1.     Makna Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Yang dalam bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Jadi dapat diartikan derita adalah menanggung atau merasakan suatu yang tidak menyenangkan.

Dalam Al-Qur’an maupun kitab suci lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaaan yang dialami manusia itu sebagai peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia tidak memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

Hal itu, misalnya dalam surat Al-Balad ayat 4 dinyatakan “ manusia ialah hidupnya yang penuh perjuangan “. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidup ini manusia harus menghadapi alam ( menaklukan alam, menghadapi masyarakat, dan tak boleh lupa taqwa kepada Tuhan. Apabila manusia melalaikan salah satu dari pada-Nya, maka manusia akan menderita. Bila manusia itu telah berkeluarga, maka keluaganya pun akan menderita. Penderitaan semacam itu ada di kehidupan sehari-hari. Baik di kota maupun desa, bila orang malas bekerja tentu ia akan menderita hidupnya.

2.     Makna Siksaan

Berbicara tentang siksaan, maka terbayang di ingatan kita tentang dosa dan neraka. Dalam kitab suci Al-Qur’an banyak sekali surat dan ayat yang membicarakan siksaan ini.

Macam siksaan dan bentuk siksaan bertebaran antara 69 buah dari surat al-ankabut, antara lain ayat 40 yang menyatakan :

“ masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang di ganyang dengan halilintar bergemuruh dasyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qarun, dan ada pula kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksa-siksaan itu, Alllah tidak menganiaya mereka, namun merekalah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya “.

Dalam Al-Qur’an surat-surat lain banyak berisi jenis dan ancaman siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dsb.

3.     Makna Rasa Sakit

Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit.

Rasa sakit atau penyakit tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menderita sakit tak dapat direncanakan, kalau datang , datang juga, sedangkan manusia hanya dapat berikhtiar menyembuhkan atau sekutrang-kurangnya mengurangi rasa sakit.

Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dengan lainnyatak dapat dipisahkan, merupakan rentetan sebab-akibat.

Rasa sakit atau penyakit dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni budaya seperti cerpen, novel, film ataupun seni foto yang mengungkapkan berbagai rasa sakit.

Rasa sakit ada hikmahnya, antara lain dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan,dsb.

4.     Neraka

Berbicara tentang neraka, maka lazimnya kita tentu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita yang luar biasa. Tergambar pula dalam ingatan kita suatu rasa sakit dan penderitaan hebat.

Manusia masuk neraka karena dosa. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitn dengan dosa. Berbicara tentang dosa berarti juga berbicara tentang kesalah.

Dalam Al-Qur’an banyak surat yang berisi tentang siksaan di neraka, atau ancaman siksaan. Surat-surat itu antara lain surat Al-Fath ayat 6 yang berbunyi :

“ Dan supaya dia menyiksa orang-orang yang munafik laki-laki dan perempuan yang mempunyai prasangka jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka, dan menyediakan neraka jahanam baginya. Dan neraka jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali”.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas dari kesalahan. Kesalah itu sengaja atau tidak, tetap salah dan mendapat hukuman itu sesuai dengan kesalahan. Siapa yang menghukum tergantung pada keselahan itu.

Sumber :

Prasetya,Joko Tri, dkk.2009. Ilmu Budaya Dasar.Jakarta : Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: