coecoesm

Manajemen dan Kebudayaan

Posted on: Oktober 27, 2011

DEFINISI MANAJEMEN

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Ada beberapa definisi dari manajemen dari para ahli,misalnya :

  • Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

      DEFINISI BUDAYA

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa  sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: “ Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. ”

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

    CONTOH DARI MANAJEMEN DAN KEBUDAYAAN

Dari bahasan ini saya akan mengambil contoh dari pelaksanaan manajemen dan kebudayaan. Dengan mengambil restaurant sunda sebagai objeknya.

Sebagaimana tugas dan definisi manejemen adalah mengatur, maka bisa dikatakan manajer dari restoran tersebut mengatur segalanya dari bagaimana tempat, pakaian pelayanan, fornitur, menu makanan, dll. Hal ini dilakukan berdasarkan konsep yaitu konsep khas sunda.

Sangat terlihat jika restoran itu adalah restoran khas sunda, karena secara langsung kita dapat rasakan ada banyak sentuhan sunda. Misalnya awal dari kita berkunjung ke restoran tersebut dengan melihat tempat/bangunannya seperti layaknya bangunan khas sunda, kemudian pakaian si pelayan wanita yang mengenakan kebaya dengan sanggulan sederhana.

Dan kita makan di tempat duduk lesehan dan ditawari menu-menu makanan, yang pastinya menu makanan itu khas sunda.

Saat kita makan kita disuguhi dengan pemandangan-pemandangan berbau sunda misalnya dari cara penyajian makanan itu sendiri contohnya dimakan di sebuah daun pisang tanpa menggunakan sendok ataupun garpu untuk memakannya.

Melihat sekeliling banyak sekali fornitur sunda, dan tempatnya pun dibuat sedimikian rupa seperti di pedesaan. Suasana yang sejuk dan juga diiringi dengan lantunan music sunda,

Dapat dikatakan bahwa : “ manajemen dan kebudayaan apabila digabung akan menghasilkan sebuah pekerjaan yang sangat bagus, dengan mengangkat suatu budaya di dalamnya kita akan merasakan kita benar-benar berada di daerah budaya tsb dan masuk kedalam budaya tersebut. Dan kita dapat mengenal salah satu budaya dari Indonesia.

jadi kesimpulannya ” restoran tersebut dapat dibilang restoran khas sunda jika manajemennya juga membantu dalam penuangan kebudayaan tersebut pada pembangunan dan jalannya restoran “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2011
S S R K J S M
    Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS BERITA GUNADARMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: